Konsorsium PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk (“JKON”). – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (“WIKA”) – dan PT Tirta Gemah Ripah (“TGR”) membentuk PT. Wika Tirta Jaya Jatiluhur.

Berdasarkan Surat Menteri PUPR Nomor: PB.02.01/Mn/2335 Perihal: Penetapan Pemenang Pada Pelelangan Proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (“KPBU”) Sistem Penyediaan Air Minum (“SPAM”) Regional Jatiliuhur I pada tanggal 20 November 2020. Pemenang lelang dari KPBU SPAM yaitu Konsorsium JKON, WIKA, dan TGR tersebut diwajibkan untuk membentuk suatu Badan Usaha Pelaksana (“BUP”) untuk menandatangani dan melaksanakan kewajiban sebagaimana yang telah diatur di dalam Perjanjian KPBU SPAM itu sendiri.

Dengan demikian Konsorsium JKON, WIKA, dan TGR membuat perusahaan patungan atau BUP yang dinamakan sebagai PT. Wika Tirta Jaya Jatiluhur. Ketiga Badan Usaha dari konsorsium itu sesuai dengan Akta Pendirian PT. Wika Tirta Jaya Jatiluhur Nomor 5 tertanggal 15 Januari 2021 telah melakukan penyetoran awal dan telah berlaku efektif berdasarkan Keputusan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia no. AHU-003230.AH.01.01 Tahun 2021 tanggal 18 Januari 2021.  

Dalam pembentukan BUP SPAM Jatiluhur I yaitu PT. Wika Tirta Jaya Jatiluhur, masing-masing badan usaha dalam konsorsium berkontribusi sebesar 60 % atau setara dengan Rp. 6 milliar oleh JKON, 30% atau setara dengan Rp. 3 miliar oleh WIKA, dan 10% atau setara dengan Rp. 1 miliar oleh TGR terhadap modal awal. Dengan kata lain, modal awal yang akan didapatkan BUP SPAM Jatiluhur I adalah senilai Rp. 10 miliar. Perusahaan patungan tersebut memenangkan perjanjian KPBU selama 30 tahun. Dalam laman resmi Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas, SPAM Jatiluhur I memiliki total investasi senilai Rp1,9 triliun dengan target produksi SPAM tersebut mencapai 5.000 liter per detik.  

Oleh karena itu setelah dibentuknya BUP PT. Wika Tirta Jaya Jatiluhur ini Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, mengharapkan target proyek yaitu masa kontruksi sudah dapat dimulai pada kuartal III Tahun 2021 ini sehingga nantinya proyek tersebut dapat beroperasi pada kuartal pertama tahun 2024 sesuai dengan apa yang sudah direncanakan.