BUMD Tirta Gemah Ripah Siap Kembangkan PLTA 8 Megawatt

KabarRakyat, Bandung – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT. Tirta Gemah Ripah dalam waktu dekat akan mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) behttp://kabarrakyat.co/wp-admin/post-new.phprkekuatan 8 Megawatt (MW). Tirta Gemah Ripah meupakan BUMD yang bergerak dalam bidang pengelolaan dan pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA), termasuk pengelolaan dan pemanfaatan Air khususnya air baku.

“Kita tentu akan terus mendorong itu (PLTA), disamping menyediakan air baku,” jelas Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), usai mengikuti Rapat Paripurna di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Bandung, Selasa (16/06).

Apalagi setelah disetujuinya perubahan kedua atas Perda No. 21 tahun 2010, mengenai penyertaan modal pada PT. Tirta Gemah Ripah. PLTA diharap mampu membantu PLN dalam memasok energi listrik khususny energi alternatif dengan pemanfaatan sumber daya air.

Lebih lanjut, Aher menambahkan, PLTA akan dikembangkan dengan sistem Mikrohidro. Pembangkitan listrik mikrohidro sendiri adalah pembangkitan listrik yang dihasilkan oleh generator listrik DC atau AC.

Mikrohidro berasal dari kata micro yang berarti kecil dan hydro artinya air, arti keseluruhan  adalah pembangkitan listrik daya kecil yang digerakkan oleh tenaga air.

Tenaga air sendiri besaral dari aliran sungai kecil atau danau yang dibendung dan kemudian dari ketinggian tertentu dan memiliki debit yang sesuai akan menggerakkan turbin yang dihubungkan dengan generator listrik.

“Dua megawatt ke atas itu sudah termasuk Mikro Hydro. Satu megawatt saja cukup untuk mengaliri listrik untuk satu kecamatan,”tutur dia.

‎Hasil listrik, tutur Aher, yang diperoleh dari Mikro Hydro tersebut tidak dijual langsung ke masyarakat, melainkan ke PP.

“Sekarang dua megawatt saja dibeli sama PLN apalagi delapan megawatt,”tambahnya.

Di samping penyedian tenaga listrik, Aher juga akan terus mendorong PT TGR untuk mengembangkan air bersih di kabupaten/kota. Air tersebut nanti akan dijual kepada PDAM.

“Jadi polanya PT TGR itu menyediakan air baku kemudian dijual ke PDAM jadi air bersih menjadi lebih bersih lagi sebelum dialirkan ke masyarakat,” pungkasnya.[kr-2]

Laporan: Andri Ridwan