Pertamina dan Tirta Gemah Ripah Kaji Potensi Listrik Mini Hydro di Jabar

Jakarta – PT Pertamina dan PT Tirta Gemah Ripah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk melakukan kajian bersama potensi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Mini-Hydro (PLTM) di beberapa lokasi potensial di Jawa Barat (Jabar). Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Gas Pertamina, Hari Karyuliarto, dan Direktur Utama Tirta Gemah Ripah, Johan Romadhon, di Jakarta, pada 12 Juli lalu.

Hari mengatakan, Pertamina bersama Tirta Gemah akan melakukan langkah-langkah untuk mengembangkan hydro to power. Langkah-langkah itu meliputi studi dengan melakukan pemetaan dan kelayakan lokasi potensial dalam pemanfaatan aliran air sungai di Jabar.

“Dalam waktu dekat, studi akan dilakukan di beberapa lokasi di Cianjur dan Tasikmalaya, dengan potensi masing-masing sekitar 4-5 MW. Dalam jangka panjang, tidak menutup kemungkinan terhadap proyek-proyek yang existing dan terkendala di Jawa Barat, dilakukan studi kembali, agar pengembangan proyek hydro ini lebih efektif,” kata Hari di Jakarta, Minggu (14/7).

Hari menjelaskan, pelaksanaan proyek PLTM ini memakan waktu sedikitnya tiga tahun untuk menyelesaikan tahapan-tahapannya. Rencananya, PLTM hasil kerja sama antara Pertamina dan Tirta Gemah ini akan dialirkan kepada PLN sebagai standby buyer, sesuai dengan regulasi pemerintah terkait kebijakan pemanfaatan energi terbarukan.

Proyek PLTM, lanjut Hari, merupakan proyek yang potensial, lantaran harga jual listriknya sebesar Rp656 per kWh pada saat normal operasi. Jika dibandingkan dengan memanfaatkan bahan bakar diesel yang biaya produksinya mencapai Rp2.800 per kWh, pemanfaatan PLTM akan memberikan penghematan yang besar bagi sektor ketenagalistrikan.

“Ditambah lagi, PLTM adalah teknologi ramah lingkungan yang tidak memberikan polusi, serta memanfaatkan energi terbarukan yaitu air sungai,” ujarnya.

Disebutkan, Nota Kesepahaman ini merupakan bagian dari transformasi Pertamina yang telah mengubah visi menjadi perusahaan energi nasional kelas dunia. Sebagai implementasi perubahan visi tersebut, Pertamina melaksanakan diversifikasi bisnis khususnya untuk energi baru dan terbarukan, meliputi energi panas bumi yang sudah berjalan, serta pengembangan lebih lanjut CBM, shale gas, sampah kota, energi matahari, hydro dan angin.

“Pengembangan PLTM akan sejalan dengan rencana pemerintah, di mana ditargetkan porsi energi baru dan terbarukan sebesar 25,9 % pada tahun 2025,” tutur Hari.

Tirta Gemah Ripah sendiri adalah anak perusahaan dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Barat yang telah mengembangkan PLTM di beberapa lokasi di daerah itu. Di antaranya adalah PLTM berkapasitas 8 MW di Sungai Cirompang Garut, dengan status dalam tahap penyelesaian.

 

Rangga Prakoso