Pos

Dirut TGR

Tahun 2016 Tirta Jabar Mengembangkan 2 Proyek PLTM

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Tirta Gemah Ripah (Tirta Jabar), Pemerintah Provinsi Jawa Barat, melakukan ekspansi pembangkit listrik tahun depan dengan target pemasangan dua pembangkit listrik tenaga minihidro (PLTM) kapasitas 7 MW.

Tirta Jabar harus ekspansif karena pasar layanannya sudah pasti yakni PT Perusahaan Listrik Negara, hal ini dikemukakan oleh Direktur Utama PT Tirta Jabar Emryas Imsak Soeleiman.

“UU Kelistrikan menggariskan bahwa PLN wajib membeli listrik dari swasta, apalagi BUMD seperti kami. Jadi, kami akan terus kembangkan PLTM setelah hari ini,” kata Emryas dari laman Jabarprov.go.id setelah Peresmian PLTM di Cirompang, Kec. Bungbulang, Kab. Garut, Senin (28/12).

Program pemerintah menambah pasokan listrik sebesar 35.000 MW tidak mungkin dipenuhi dari pembangkit milik PT PLN sendiri, menurut Emryas. Diperlukan sinergi dengan pihak ketiga, yang sekalipun jumlahnya banyak, tidak bisa serta merta meningkatkan pasokan.

Pada hari ini  Tirta Jabar telah meresmikan PLTM Cirompang, yang sudah memiliki power purchasing agremeent (PPA) dengan PT PLN Jabar untuk menyerap 8 MW yang dihasilkan dengan kisaran tarif Rp1200 per KWH.

“Kontraknya PPA nya lama, hampir sepuluh tahun. Kalau sudah jalan, setiap tahun kami dapat laba bersih Rp 8 miliar. Setelah tahun kelima, setelah break event point, maka laba kami naik jadi Rp 20 miliar per tahun. Jadi kontribusi untuk Pendapatan Asli Daerah-nya cukup signifikan,” katanya.

Dengan nilai investasi US$20 juta, pihaknya menilai investasi setinggi itu sepadan. Sebab, investasi bisa dikerjasamakan dengan lembaga keuangan sementara hasil yang diberikan pasti diserap pasar.

“Karenanya setelah membangun proyek PLTM Cirompang 8 MW, kami akan mengembangkan PLTM lainnya yaitu PLTM Cirompang Atas dan PLTM Cikembang. Masing-masing berlokasi di Kabupaten Garut dan Kabupaten Tasikmalaya dengan kapasitas total sekitar 7 MW,” katanya.

Pengembangan PLTM tersebut diperkirakan akan menelan investasi sekitar Rp 180 Miliar melalui kerjasama dengan perusahaan terkemuka dalam bidang energi baru terbarukan.

 

Sumber: http://beritadaerah.co.id/2015/12/29/tahun-2016-tirta-jabar-mengembangkan-2-proyek-pltm/

 

Gubernur Jabar & Bupati Garut meninjau Turbin PLTM Cirompang 8 MW

PT Tirta Jabar Resmikan PLTM Pertama Di Garut

PT Tirta Gemah Ripah (Tirta Jabar) selaku BUMD Pemerintah Jawa Barat meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTM) di Cirompang, Desa Bungbulang, Kabupaten Garut, Jawabarat, Senin (28/12/2015). Peresmian PLTM Cirompang dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan.

PLTM Cirompang adalah Pembangkit Liistrik Tenaga Air (PLTA) dengan kapasitas 4×2 MW, memanfaatkan air sungai Cirompang yang dibendung dimana selanjutnya dialihkan kedalam bangunan sadap kedalam saluran pengendap lalu ke saluran penghantar berikut terowongan, dan masuk kedalam kolam penenang yang selanjutnya diluncurkan melalui pipa pesat sepanjang 2000 M dengan debit maksimal 7 M3/detik dengan ketinggian jatuh sebesar 142M.

Dalam sambutannya Direktur Utama Tirta Jabar, Emryas Imsak Soeleiman menjelaskan, pembangunan PLTM ini telah memberikan multiplier effect yang cukup besar bagi masyarakat sekitar, terlihat dari berkembangnya perekonomian di Kecamatan Bungbulang melalui penyerapan tenaga kerja lokal dan transaksi barang serta jasa yang timbul dari pembangunan PLTM Cirompang ini.

“PLTM Cirompang 8MW ini juga mendukung program Gubernur yaitu Jabar Caang, dan ini juga merupakan dedikasi dan pemberdayaan kami terhadap Provinsi Jawa Barat dengan harapan dapat menambah kemampuan Jabar dan dapat meningkatkan kesejahteraan Jawa Barat,”jelas Emryas.

“Untuk mengembangkan Perseroan kedepannya, selain membangun proyek PLTM Cirompang 8MW, PT Tirta Jabar saat ini sedang mengembangkan PLTM lainnya yaitu PLTM Cirompang Atas dan PLTM Cikembang yang berlokasi di Kabupaten Garut dan Kabupaten Tasikmalaya dengan kapasitas 6MW,”lanjutnya.

Ditempat yang sama Bupati Garut, H. Rudi Gunawan SH, MH, MP menjelaskan, PLTM Cirompang adalah PLTM pertama yang diresmikan di Kabupaten Garut. “Sebenarnya sudah ada satu yang beroprasi PLTM milik PT Bukaka, akan tetapi wattnya ‘cuma’ 3MW,”ujar Rudi.

Kabupaten Garut juga sudah mengeluarkan izin untuk PLTM tapi hanya 20 persen saja yang serius mengerjakan, dan apabila tahun depan tidak dilakukan akan kita putus dan akan menyerahkan kepada yang serius,”paparnya.

Sementara itu, dalam sambutannya Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyampaikan, peresmian PLTM Cirompang ini adalah salah satu cara pemanfaatan air untuk masyarakat luas.

“Kabupaten Garut juga termasuk kedalam potensi pembangunan PLTM yang terbesar di Jawa Barat. Saat ini musim hujan dan apabila pada musim kemarau kapasitasnya turun, disinilah kita harus ada penyelesaian dikawasan hulu,”ujar Aher saat meresmikan PLTM Cirompang.

Aher juga berharap kedepan sungai Cirompang akan terus dimanfaatkan. “PLTM Cirompang nantinya jangan seperti di PLTA Jatigede yang saat bersamaan daerah sekitarnya masih gelap, karena nantinya disini ada kegiatan ekonomi dan orang sekitar sinilah yang paling utama menikmati hasilnya,”imbuhnya. (IQB)

Sumber: http://www.buana-news.com/2015/12/pt-tirta-jabar-resmikan-pltm-pertama-di.html

Tirta Jabar: Investasi Di PLTM Cirompang Bisa Balik Modal 6 Tahun

Bisnis.com, BANDUNG–Perusahaan Listrik Negara (PLN) menyepakati kerjasama pembelian listrik Pembangkit Listrik Mini Hidro (PLTM) Cirompang, Garut dari PT Tirta Gemah Ripah  (Tirta Jabar) selama 15 tahun.

Direktur Utama PT Tirta Jabar Emryas Imsak Soeleiman mengatakan kesepakatan tersebut termahtub dalam penandatanganan Berita Acara Commercial Operating Date (COD) PLTM Cirompang sebesar 8 Mega Watt (MW).

“Pendapatan yang diperoleh dari penjualan listrik tersebut rata-rata sebesar Rp 2,6 miliar per bulan,” katanya di Bandung, Kamis (7/4/2016).

Menurutnya listrik yang dihasilkan dari PLTM Cirompang kurang lebih sebesar 47,6 GWH per tahun dan akan memenuhi kebutuhan listrik masyarakat sekitar 8.000 kepala keluarga atau 2 kecamatan di sekitar lokasi PLTM.

“Kontrak Jual Beli Listrik (Power Purchase Agreement) antara Tirta Jabar dengan PLN yang telah ditandatangani ini berjangka waktu 15 tahun,” ujarnya.

Emryas memastikan durasi waktu tersebut cukup untuk mengembalikan investasi yang dikeluarkan oleh Tirta Jabar dalam membangun PLTM tersebut serta berkontribusi pada pendapatan asli daerah Provinsi Jawa Barat. Dia mencatat investasi yang telah dikeluarkan oleh Tirta Jabar kurang lebih sebesar Rp172 miliar.

Dia mengaku harga jual beli mini hidro ke PLN sebesar Rp656/kwh belum cukup pas dengan investasi yang sudah digelontorkan. Menurutnya karena harga sudah ditentukan oleh Kementerian ESDM, pihaknya hanya melihat bahwa infrastruktur yang sudah dibangun bisa bermanfaat dan terjual.

Buy back period-nya 6-7 tahun, kalau tarifnya naik bisa lebih cepat lagi bisa 4 tahun,” ujarnya.

http://bandung.bisnis.com/read/20160407/5/552937/tirta-jabar-investasi-di-pltm-cirompang-bisa-balik-modal-6-tahun

Pertamina dan Tirta Gemah Ripah Kaji Potensi Listrik Mini Hydro di Jabar

Jakarta – PT Pertamina dan PT Tirta Gemah Ripah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk melakukan kajian bersama potensi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Mini-Hydro (PLTM) di beberapa lokasi potensial di Jawa Barat (Jabar). Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Gas Pertamina, Hari Karyuliarto, dan Direktur Utama Tirta Gemah Ripah, Johan Romadhon, di Jakarta, pada 12 Juli lalu.

Hari mengatakan, Pertamina bersama Tirta Gemah akan melakukan langkah-langkah untuk mengembangkan hydro to power. Langkah-langkah itu meliputi studi dengan melakukan pemetaan dan kelayakan lokasi potensial dalam pemanfaatan aliran air sungai di Jabar.

“Dalam waktu dekat, studi akan dilakukan di beberapa lokasi di Cianjur dan Tasikmalaya, dengan potensi masing-masing sekitar 4-5 MW. Dalam jangka panjang, tidak menutup kemungkinan terhadap proyek-proyek yang existing dan terkendala di Jawa Barat, dilakukan studi kembali, agar pengembangan proyek hydro ini lebih efektif,” kata Hari di Jakarta, Minggu (14/7).

Hari menjelaskan, pelaksanaan proyek PLTM ini memakan waktu sedikitnya tiga tahun untuk menyelesaikan tahapan-tahapannya. Rencananya, PLTM hasil kerja sama antara Pertamina dan Tirta Gemah ini akan dialirkan kepada PLN sebagai standby buyer, sesuai dengan regulasi pemerintah terkait kebijakan pemanfaatan energi terbarukan.

Proyek PLTM, lanjut Hari, merupakan proyek yang potensial, lantaran harga jual listriknya sebesar Rp656 per kWh pada saat normal operasi. Jika dibandingkan dengan memanfaatkan bahan bakar diesel yang biaya produksinya mencapai Rp2.800 per kWh, pemanfaatan PLTM akan memberikan penghematan yang besar bagi sektor ketenagalistrikan.

“Ditambah lagi, PLTM adalah teknologi ramah lingkungan yang tidak memberikan polusi, serta memanfaatkan energi terbarukan yaitu air sungai,” ujarnya.

Disebutkan, Nota Kesepahaman ini merupakan bagian dari transformasi Pertamina yang telah mengubah visi menjadi perusahaan energi nasional kelas dunia. Sebagai implementasi perubahan visi tersebut, Pertamina melaksanakan diversifikasi bisnis khususnya untuk energi baru dan terbarukan, meliputi energi panas bumi yang sudah berjalan, serta pengembangan lebih lanjut CBM, shale gas, sampah kota, energi matahari, hydro dan angin.

“Pengembangan PLTM akan sejalan dengan rencana pemerintah, di mana ditargetkan porsi energi baru dan terbarukan sebesar 25,9 % pada tahun 2025,” tutur Hari.

Tirta Gemah Ripah sendiri adalah anak perusahaan dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Barat yang telah mengembangkan PLTM di beberapa lokasi di daerah itu. Di antaranya adalah PLTM berkapasitas 8 MW di Sungai Cirompang Garut, dengan status dalam tahap penyelesaian.

 

Rangga Prakoso