Pos

Gubernur Jabar & Bupati Garut meninjau Turbin PLTM Cirompang 8 MW

PT Tirta Jabar Resmikan PLTM Pertama Di Garut

PT Tirta Gemah Ripah (Tirta Jabar) selaku BUMD Pemerintah Jawa Barat meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTM) di Cirompang, Desa Bungbulang, Kabupaten Garut, Jawabarat, Senin (28/12/2015). Peresmian PLTM Cirompang dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan.

PLTM Cirompang adalah Pembangkit Liistrik Tenaga Air (PLTA) dengan kapasitas 4×2 MW, memanfaatkan air sungai Cirompang yang dibendung dimana selanjutnya dialihkan kedalam bangunan sadap kedalam saluran pengendap lalu ke saluran penghantar berikut terowongan, dan masuk kedalam kolam penenang yang selanjutnya diluncurkan melalui pipa pesat sepanjang 2000 M dengan debit maksimal 7 M3/detik dengan ketinggian jatuh sebesar 142M.

Dalam sambutannya Direktur Utama Tirta Jabar, Emryas Imsak Soeleiman menjelaskan, pembangunan PLTM ini telah memberikan multiplier effect yang cukup besar bagi masyarakat sekitar, terlihat dari berkembangnya perekonomian di Kecamatan Bungbulang melalui penyerapan tenaga kerja lokal dan transaksi barang serta jasa yang timbul dari pembangunan PLTM Cirompang ini.

“PLTM Cirompang 8MW ini juga mendukung program Gubernur yaitu Jabar Caang, dan ini juga merupakan dedikasi dan pemberdayaan kami terhadap Provinsi Jawa Barat dengan harapan dapat menambah kemampuan Jabar dan dapat meningkatkan kesejahteraan Jawa Barat,”jelas Emryas.

“Untuk mengembangkan Perseroan kedepannya, selain membangun proyek PLTM Cirompang 8MW, PT Tirta Jabar saat ini sedang mengembangkan PLTM lainnya yaitu PLTM Cirompang Atas dan PLTM Cikembang yang berlokasi di Kabupaten Garut dan Kabupaten Tasikmalaya dengan kapasitas 6MW,”lanjutnya.

Ditempat yang sama Bupati Garut, H. Rudi Gunawan SH, MH, MP menjelaskan, PLTM Cirompang adalah PLTM pertama yang diresmikan di Kabupaten Garut. “Sebenarnya sudah ada satu yang beroprasi PLTM milik PT Bukaka, akan tetapi wattnya ‘cuma’ 3MW,”ujar Rudi.

Kabupaten Garut juga sudah mengeluarkan izin untuk PLTM tapi hanya 20 persen saja yang serius mengerjakan, dan apabila tahun depan tidak dilakukan akan kita putus dan akan menyerahkan kepada yang serius,”paparnya.

Sementara itu, dalam sambutannya Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyampaikan, peresmian PLTM Cirompang ini adalah salah satu cara pemanfaatan air untuk masyarakat luas.

“Kabupaten Garut juga termasuk kedalam potensi pembangunan PLTM yang terbesar di Jawa Barat. Saat ini musim hujan dan apabila pada musim kemarau kapasitasnya turun, disinilah kita harus ada penyelesaian dikawasan hulu,”ujar Aher saat meresmikan PLTM Cirompang.

Aher juga berharap kedepan sungai Cirompang akan terus dimanfaatkan. “PLTM Cirompang nantinya jangan seperti di PLTA Jatigede yang saat bersamaan daerah sekitarnya masih gelap, karena nantinya disini ada kegiatan ekonomi dan orang sekitar sinilah yang paling utama menikmati hasilnya,”imbuhnya. (IQB)

Sumber: http://www.buana-news.com/2015/12/pt-tirta-jabar-resmikan-pltm-pertama-di.html

PLTM Cirompang 8 MW beroperasi

EBTKE–Pembangkit listrik mikrohidro (PLTM) Cirompang dengan kapasitas 4×2 megawatt (MW) resmi beroperasi. Pengoperasian ditandai dengan penandatanganan berita acaraCommercial Operating Date (COD) antara General Manager PLN Distribusi Jawa Barat Iwan Purwana dengan Direktur Utama PT Tirta Gemah Ripah (Tirta Jabar) Emryas Imsak Soeleiman dengan disaksikan oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di Bandung, Kamis, 07 April 2016.
PLTM Cirompang berlokasi di Desa Cihikeu, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut, Jawa Barat dengan memanfaatkan aliran sungai Cirompang yang dibendung. Dibangun oleh PT Tirta Gemah Ripah yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
PLN sangat mengapresiasi peran aktif para pengembang swasta yang memiliki andil besar dalam pemanfaatan dan pengelolaan sumber energi listrik dari energi baru dan terbarukan. Hal ini dibuktikan dengan pembelian tenaga listrik PLTM Cirompang oleh PLN senilai Rp 656 per kWh (kilo watt hour) untuk jangka waktu 15 tahun yang kontraknya sudah ditandatangani pada 2011 yang lalu.
“Kami sangat menghargai para investor yang mau memanfaatkan energi bersih seperti ini. Produksi listrik dari PLTM ini sangat membantu PLN dalam menyuplai listrik di daerah pelosok. Daerah yang sulit dijangkau oleh jaringan listrik sangat terbantu dengan adanya proyek-proyek pembangkit tenaga air sungai atau mikrohidro dan minihidro. Ini juga membantu kami untuk meningkatkan rasio elektrifikasi,” ujar Manajer Senior Public Relations PLN Agung Murdifi.
Selain sumber energi yang bersih dan ramah lingkungan, Agung menjelaskan bahwa harga beli listriknya pun masih tergolong murah, yakni Rp 656 per kWh bila dibanding dengan harga jual rata-rata PLN Jawa Barat ke konsumen sebesar Rp 978 per kWh.
Senada dengan Agung, Direktur Utama Tirta Jabar mengatakan “Pendapatan yang diperoleh dari penjualan listrik tersebut rata-rata sebesar Rp2,6 miliar per bulan,” kata Emryas.
Listrik yang dihasilkan dari PLTM tersebut kurang lebih sebesar 47,6 GWH per tahun dan akan memenuhi kebutuhan listrik masyarakat sekitar 8.000 kepala keluarga atau 2 kecamatan di sekitar lokasi PLTM.
“Dengan kontrak 15 tahun cukup untuk mengembalikan investasi yang dikeluarkan oleh Tirta Jabar dalam membangun PLTM tersebut serta berkontribusi pada pendapatan asli daerah Provinsi Jawa Barat,” jelas Emryas. Tirta Jabar telah menggelontorkan dana Rp 172 miliar untuk pembangunan PLTM Cirompang dengan dukungan pendanaan dari PT Danareksa Capital.
Sebagai informasi , saat ini, total kapasitas pembangkit listrik yang bersumber dari energi baru terbarukan baru mencapai 5.741 MW atau 11 persen dari total kapasitas pembangkit listrik yang ada sebesar 51.620. Rencananya, pemerintah akan menambah kapasitas pembangkit dari energi baru dan terbarukan mencapai 25 persen hingga tahun 2025 mendatang.
Apalagi pemerintah juga menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen sebagaimana kesepakatan Conference of Parties (COP) ke-21 di Paris pada 2015. Hal tersebut menjadikan energi baru dan terbarukan sebagai potensi energi yang perlu mendapat prioritas untuk dikembangkan.
Untuk itu, tidak hanya pemerintah dan PLN, para pengusaha swasta pun harus turut andil dalam upaya penambahan kapasitas tersebut yang tentunya melalui kerja sama yang baik dan saling menguntungkan.

Sumber: http://ebtke.esdm.go.id/post/2016/04/08/1184/pltm.rompang.beroperasi