Pos

Tirta Jabar Menandatangani Akad Perjanjian Pembiayaan Ulang PLTM Cirompang

(Bandung, 12/8/16)

Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro Cirompang (PLTM Cirompang) yang dibangun dan dikelola oleh Tirta Jabar menjajaki milestone terbaru, setelah memasuki masa Commercial Operating Date (COD) pada tanggal 7 April 2016 .Proyek ini mendapat pendanaan ulang (refinancing).

Tepat pada tanggal 28 Juli 2016, telah ditandatangani akad pembiayaan antara Tirta Jabar dengan PT Bank Syariah Mandiri selaku pemberi dana. Proses refinancing proyek PLTM Cirompang ini berlangsung dengan lancar.

Tirta Jabar dan PT Bank Syariah Mandiri menyepakati Perjanjian Pembiayaan sebesar Rp95.000.000.000. Dana tersebut akan digunakan untuk menutup kredit sebelumnya yang berdampak positif pada keuangan perusahaan.

Menurut Direktur Keuangan Tirta Jabar, Hermawan, refinancing proyek PLTM Cirompang berdampak baik bagi kondisi keuangan Tirta Jabar, “Dengan kerja sama refinancing ini, Perusahaan dapat menghemat sampai dengan 4,3 Milyar setiap bulannya. Dengan diberikannya Grace Period selama 9 bulan oleh Bank Syariah Mandiri, perusahaan dapat memperbaiki struktur keuangan lebih baik lagi”.

Hal senada juga disampaikan oleh Direktur Utama Tirta Jabar, Ir. Emryas Imsak Soeleiman, “Untuk BUMD yang mulai established, kerja sama dengan perbankan, dalam hal ini Bank Syariah Mandiri, sangat membantu operasional perusahaan dalam mencapai target yang telah digariskan oleh pemegang saham. Sehingga dengan adanya kerja sama ini diharapkan roda bisnis Perseroan dapat berjalan dengan baik dan dapat mencapai target PAD yang telah ditentukan oleh Pemegang Saham.”

Lebih lanjut Emryas menuturkan bahwa kerja sama dengan institusi keuangan seperti ini dapat menjadi daya tarik bagi institusi keuangan lainnya dalam mendukung bisnis PLTM secara keseluruhan. “Kami berharap kerjasama dengan Bank Syariah Mandiri kedpannya tidak hanya dalam bisnis PLTM, tetapi juga merambah ke bisnis SPAM (Sistem Penyediaan Airm Minum– Red)”, tutup Direktur Utama Tirta Jabar.

PENANDATANGAN BERITA ACARA COD PLTM CIROMPANG 8 MW

PLTM Cirompang Suplai Listrik PLN Jabar
BANDUNG-Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTM) Cirompang secara resmi memberikan suplai listrik kepada PLN Distribusi Jabar mulai hari  Kamis 7 Maret 2016.
Hal ini ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Commercial Operating Date (COD) PLTM Cirompang 4 x 2 MW antara Direktur PT Tirta Gemah Ripah (Tirta Jabar) Emryas Imsak Soeleiman dengan General Manager PLN Distribusi Jabar Iwan Purwana, yang disaksikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) di Gedung Pakuan, Jl. Otto Iskandardinata No. 1, Kota Bandung pada Kamis (7/4/2016).

Turut hadir Ketua Komisi III DPRD Jawa Barat, Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Jawa Barat, para Kepala OPD terkait di lingkungan Pemprov Jawa Barat, para Kepala Biro terkait Setda Provinsi Jawa Barat, Direktur PT PT Tirta Gemah Ripah (Tirta Jabar) Emryas Imsak Soeleiman, General Manager PLN Distribusi Jabar Iwan Purwana GM PLN Distribusi Jabar, serta para tamu undangan lainnya.

PLTM Cirompang yang berlokasi di Desa Cihikeu, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut ini mampu menghasilkan listrik kurang lebih sebesar 47,6 GWH per tahun dan akan memenuhi kebutuhan listrik masyarakat sekitar 8.000 kepala keluarga atau 2 kecamatan di sekitar lokasi PLTM. Aher pun berharap hal ini bisa meningkatkan elektrifikasi di Jawa Barat yang saat ini mencapai 94,24% dan ditargetkan pada 2017 atau 2018 nanti bisa mencapai 100%.

“COD sebagai penanda beroperasinya PLTM. Dan ini bisa menjadi momentum untuk melangkah dan membangun inovasi baru baik dibidang energi atau bidang lain. Dan ini termasuk energi baru dan terbarukan,” ujar Aher dalam sambutannya saat acara penandatanganan COD.
Lebih lanjut Aher pun mengatakan, dengan ditandatanganinya COD ini maka mulai hari ini secara resmi PT Tirta Gemah Ripah (Tirta Jabar) menjual listrik yang dihasilkan oleh PLTM Cirompang kepada PLN Distribusi Jawa Barat.
“Artinya sudah resmi ya, PT TGR melakukan penjualan listrik kepada PT PLN dengan harga yang sudah disepakati dengan kapasitas maksimal 8 megawatt atau 4 x 2 Megawatt,” tutur Aher.
Sementara itu, Direktur Utama Tirta Jabar Emryas Imsak Soeleiman mengatakan pendapatan yang diperoleh dari penjualan listrik tersebut rata-rata sebesar Rp 2,6 miliar per bulan atau proyeksi pendapatan mencapai kurang lebih Rp 50 Milyar per tahun.

Menurut Emryas, dengan kontrak jual beli listrik (Power Purchase Agreement) antara Tirta Jabar dan PLN selama 15 tahun ini mampu mengembalikan investasi yang dikeluarkan oleh Tirta Jabar dalam membangun PLTM ini. Investasi yang telah dikeluarkan oleh Tirta Jabar ini kurang lebih sebesar Rp 172 Miliar dengan dukungan dana dari lembaga keuangan PT Danareksa Capital.
“Kontrak Jual Beli Listrik antara Tirta Jabar dengan PLN yang telah ditandatangani ini berjangka waktu 15 tahun. Durasi waktu tersebut cukup untuk mengembalikan investasi yang dikeluarkan oleh Tirta Jabar dalam membangun PLTM tersebut, serta berkontribusi pada pendapatan asli daerah Provinsi Jawa Barat,” kata Emryas.

Pada Desember 2015 lalu, PLTM Cirompang 4 x 2 MW telah melaksanakan testing dan komisioning yang selesai pada 1 April 2016. Hal tersebut ditandai dengan diterbitkannya Sertifikat Layak Operasi (SLO) dari Konsultan Jasa Sertifikasi yang di dalamnya termasuk uji layak tegangan ke jaringan milik PLN.

Setelah proses SLO tersebut selesai, maka dilakukan penandatanganan berita acara Commercial Operating Date (COD) tersebut di atas. Dengan demikian suplai listrik dari PLTM Cirompang 4 x 2 MW yang disalurkan ke jaringan tegangan menengah milik PLN pun telah mulai dicatat.
Pembangunan PLTM Cirompang memberikan multiplier effect yang cukup besar bagi masyarakat sekitar. Hal ini terlihat dari berkembangnya perekonomian di Kecamatan Bungbulang melalui penyerapan tenaga kerja lokal dan transaksi barang serta jasa yang timbul dari pembangunan PLTM ini. Konstruksi PLTM tersebut terdiri dari bangunan Intake (bangunan penyadapan), Sandtrap (bangunan pembilas pasir), Tunnel (terowongan) dengan panjang kurang lebih 173 m, Penstock dengan panjang kurang lebih 2 km, dan Power House (bangunan pembangkit).
Selain PLTM Cirompang 4 x 2 MW, saat ini Tirta Jabar sedang mengembangkan PLTM yang lainnya, yaitu PLTM Cirompang Atas dan PLTM Cikembang yang berlokasi di Kabupaten Garut dan Kabupaten Tasikmalaya dengan kapasitas total sekitar 6 MW. Pengembangan PLTM tersebut diperkirakan akan menelan investasi sekitar Rp 180 Miliar.

Tirta Jabar juga akan melakukan kerjasama dengan perusahaan nasional terkemuka Indonesia untuk pengembangan PLTM tersebut. Selain itu, sebagai wujud Tirta Jabar dalam mendukung program pembangunan Pemerintah Provinsi dalam penyediaan air minum bagi masyarakat, Tirta Jabar juga berinvestasi pada Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Jatiluhur, SPAM Regional Bandung Selatan, dan SPAM di area Bandara Internasional Jawa Barat

Sumber: http://jabarprov.go.id/index.php/news/16840/2016/04/07/PLTM-Cirompang-Suplai-Listrik-PLN-Jabar
Dirut TGR

Tahun 2016 Tirta Jabar Mengembangkan 2 Proyek PLTM

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Tirta Gemah Ripah (Tirta Jabar), Pemerintah Provinsi Jawa Barat, melakukan ekspansi pembangkit listrik tahun depan dengan target pemasangan dua pembangkit listrik tenaga minihidro (PLTM) kapasitas 7 MW.

Tirta Jabar harus ekspansif karena pasar layanannya sudah pasti yakni PT Perusahaan Listrik Negara, hal ini dikemukakan oleh Direktur Utama PT Tirta Jabar Emryas Imsak Soeleiman.

“UU Kelistrikan menggariskan bahwa PLN wajib membeli listrik dari swasta, apalagi BUMD seperti kami. Jadi, kami akan terus kembangkan PLTM setelah hari ini,” kata Emryas dari laman Jabarprov.go.id setelah Peresmian PLTM di Cirompang, Kec. Bungbulang, Kab. Garut, Senin (28/12).

Program pemerintah menambah pasokan listrik sebesar 35.000 MW tidak mungkin dipenuhi dari pembangkit milik PT PLN sendiri, menurut Emryas. Diperlukan sinergi dengan pihak ketiga, yang sekalipun jumlahnya banyak, tidak bisa serta merta meningkatkan pasokan.

Pada hari ini  Tirta Jabar telah meresmikan PLTM Cirompang, yang sudah memiliki power purchasing agremeent (PPA) dengan PT PLN Jabar untuk menyerap 8 MW yang dihasilkan dengan kisaran tarif Rp1200 per KWH.

“Kontraknya PPA nya lama, hampir sepuluh tahun. Kalau sudah jalan, setiap tahun kami dapat laba bersih Rp 8 miliar. Setelah tahun kelima, setelah break event point, maka laba kami naik jadi Rp 20 miliar per tahun. Jadi kontribusi untuk Pendapatan Asli Daerah-nya cukup signifikan,” katanya.

Dengan nilai investasi US$20 juta, pihaknya menilai investasi setinggi itu sepadan. Sebab, investasi bisa dikerjasamakan dengan lembaga keuangan sementara hasil yang diberikan pasti diserap pasar.

“Karenanya setelah membangun proyek PLTM Cirompang 8 MW, kami akan mengembangkan PLTM lainnya yaitu PLTM Cirompang Atas dan PLTM Cikembang. Masing-masing berlokasi di Kabupaten Garut dan Kabupaten Tasikmalaya dengan kapasitas total sekitar 7 MW,” katanya.

Pengembangan PLTM tersebut diperkirakan akan menelan investasi sekitar Rp 180 Miliar melalui kerjasama dengan perusahaan terkemuka dalam bidang energi baru terbarukan.

 

Sumber: http://beritadaerah.co.id/2015/12/29/tahun-2016-tirta-jabar-mengembangkan-2-proyek-pltm/

 

Gubernur Jabar & Bupati Garut meninjau Turbin PLTM Cirompang 8 MW

PT Tirta Jabar Resmikan PLTM Pertama Di Garut

PT Tirta Gemah Ripah (Tirta Jabar) selaku BUMD Pemerintah Jawa Barat meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTM) di Cirompang, Desa Bungbulang, Kabupaten Garut, Jawabarat, Senin (28/12/2015). Peresmian PLTM Cirompang dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan.

PLTM Cirompang adalah Pembangkit Liistrik Tenaga Air (PLTA) dengan kapasitas 4×2 MW, memanfaatkan air sungai Cirompang yang dibendung dimana selanjutnya dialihkan kedalam bangunan sadap kedalam saluran pengendap lalu ke saluran penghantar berikut terowongan, dan masuk kedalam kolam penenang yang selanjutnya diluncurkan melalui pipa pesat sepanjang 2000 M dengan debit maksimal 7 M3/detik dengan ketinggian jatuh sebesar 142M.

Dalam sambutannya Direktur Utama Tirta Jabar, Emryas Imsak Soeleiman menjelaskan, pembangunan PLTM ini telah memberikan multiplier effect yang cukup besar bagi masyarakat sekitar, terlihat dari berkembangnya perekonomian di Kecamatan Bungbulang melalui penyerapan tenaga kerja lokal dan transaksi barang serta jasa yang timbul dari pembangunan PLTM Cirompang ini.

“PLTM Cirompang 8MW ini juga mendukung program Gubernur yaitu Jabar Caang, dan ini juga merupakan dedikasi dan pemberdayaan kami terhadap Provinsi Jawa Barat dengan harapan dapat menambah kemampuan Jabar dan dapat meningkatkan kesejahteraan Jawa Barat,”jelas Emryas.

“Untuk mengembangkan Perseroan kedepannya, selain membangun proyek PLTM Cirompang 8MW, PT Tirta Jabar saat ini sedang mengembangkan PLTM lainnya yaitu PLTM Cirompang Atas dan PLTM Cikembang yang berlokasi di Kabupaten Garut dan Kabupaten Tasikmalaya dengan kapasitas 6MW,”lanjutnya.

Ditempat yang sama Bupati Garut, H. Rudi Gunawan SH, MH, MP menjelaskan, PLTM Cirompang adalah PLTM pertama yang diresmikan di Kabupaten Garut. “Sebenarnya sudah ada satu yang beroprasi PLTM milik PT Bukaka, akan tetapi wattnya ‘cuma’ 3MW,”ujar Rudi.

Kabupaten Garut juga sudah mengeluarkan izin untuk PLTM tapi hanya 20 persen saja yang serius mengerjakan, dan apabila tahun depan tidak dilakukan akan kita putus dan akan menyerahkan kepada yang serius,”paparnya.

Sementara itu, dalam sambutannya Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyampaikan, peresmian PLTM Cirompang ini adalah salah satu cara pemanfaatan air untuk masyarakat luas.

“Kabupaten Garut juga termasuk kedalam potensi pembangunan PLTM yang terbesar di Jawa Barat. Saat ini musim hujan dan apabila pada musim kemarau kapasitasnya turun, disinilah kita harus ada penyelesaian dikawasan hulu,”ujar Aher saat meresmikan PLTM Cirompang.

Aher juga berharap kedepan sungai Cirompang akan terus dimanfaatkan. “PLTM Cirompang nantinya jangan seperti di PLTA Jatigede yang saat bersamaan daerah sekitarnya masih gelap, karena nantinya disini ada kegiatan ekonomi dan orang sekitar sinilah yang paling utama menikmati hasilnya,”imbuhnya. (IQB)

Sumber: http://www.buana-news.com/2015/12/pt-tirta-jabar-resmikan-pltm-pertama-di.html

PLTM Cirompang 8 MW beroperasi

EBTKE–Pembangkit listrik mikrohidro (PLTM) Cirompang dengan kapasitas 4×2 megawatt (MW) resmi beroperasi. Pengoperasian ditandai dengan penandatanganan berita acaraCommercial Operating Date (COD) antara General Manager PLN Distribusi Jawa Barat Iwan Purwana dengan Direktur Utama PT Tirta Gemah Ripah (Tirta Jabar) Emryas Imsak Soeleiman dengan disaksikan oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di Bandung, Kamis, 07 April 2016.
PLTM Cirompang berlokasi di Desa Cihikeu, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut, Jawa Barat dengan memanfaatkan aliran sungai Cirompang yang dibendung. Dibangun oleh PT Tirta Gemah Ripah yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
PLN sangat mengapresiasi peran aktif para pengembang swasta yang memiliki andil besar dalam pemanfaatan dan pengelolaan sumber energi listrik dari energi baru dan terbarukan. Hal ini dibuktikan dengan pembelian tenaga listrik PLTM Cirompang oleh PLN senilai Rp 656 per kWh (kilo watt hour) untuk jangka waktu 15 tahun yang kontraknya sudah ditandatangani pada 2011 yang lalu.
“Kami sangat menghargai para investor yang mau memanfaatkan energi bersih seperti ini. Produksi listrik dari PLTM ini sangat membantu PLN dalam menyuplai listrik di daerah pelosok. Daerah yang sulit dijangkau oleh jaringan listrik sangat terbantu dengan adanya proyek-proyek pembangkit tenaga air sungai atau mikrohidro dan minihidro. Ini juga membantu kami untuk meningkatkan rasio elektrifikasi,” ujar Manajer Senior Public Relations PLN Agung Murdifi.
Selain sumber energi yang bersih dan ramah lingkungan, Agung menjelaskan bahwa harga beli listriknya pun masih tergolong murah, yakni Rp 656 per kWh bila dibanding dengan harga jual rata-rata PLN Jawa Barat ke konsumen sebesar Rp 978 per kWh.
Senada dengan Agung, Direktur Utama Tirta Jabar mengatakan “Pendapatan yang diperoleh dari penjualan listrik tersebut rata-rata sebesar Rp2,6 miliar per bulan,” kata Emryas.
Listrik yang dihasilkan dari PLTM tersebut kurang lebih sebesar 47,6 GWH per tahun dan akan memenuhi kebutuhan listrik masyarakat sekitar 8.000 kepala keluarga atau 2 kecamatan di sekitar lokasi PLTM.
“Dengan kontrak 15 tahun cukup untuk mengembalikan investasi yang dikeluarkan oleh Tirta Jabar dalam membangun PLTM tersebut serta berkontribusi pada pendapatan asli daerah Provinsi Jawa Barat,” jelas Emryas. Tirta Jabar telah menggelontorkan dana Rp 172 miliar untuk pembangunan PLTM Cirompang dengan dukungan pendanaan dari PT Danareksa Capital.
Sebagai informasi , saat ini, total kapasitas pembangkit listrik yang bersumber dari energi baru terbarukan baru mencapai 5.741 MW atau 11 persen dari total kapasitas pembangkit listrik yang ada sebesar 51.620. Rencananya, pemerintah akan menambah kapasitas pembangkit dari energi baru dan terbarukan mencapai 25 persen hingga tahun 2025 mendatang.
Apalagi pemerintah juga menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen sebagaimana kesepakatan Conference of Parties (COP) ke-21 di Paris pada 2015. Hal tersebut menjadikan energi baru dan terbarukan sebagai potensi energi yang perlu mendapat prioritas untuk dikembangkan.
Untuk itu, tidak hanya pemerintah dan PLN, para pengusaha swasta pun harus turut andil dalam upaya penambahan kapasitas tersebut yang tentunya melalui kerja sama yang baik dan saling menguntungkan.

Sumber: http://ebtke.esdm.go.id/post/2016/04/08/1184/pltm.rompang.beroperasi

Tirta Jabar: Investasi Di PLTM Cirompang Bisa Balik Modal 6 Tahun

Bisnis.com, BANDUNG–Perusahaan Listrik Negara (PLN) menyepakati kerjasama pembelian listrik Pembangkit Listrik Mini Hidro (PLTM) Cirompang, Garut dari PT Tirta Gemah Ripah  (Tirta Jabar) selama 15 tahun.

Direktur Utama PT Tirta Jabar Emryas Imsak Soeleiman mengatakan kesepakatan tersebut termahtub dalam penandatanganan Berita Acara Commercial Operating Date (COD) PLTM Cirompang sebesar 8 Mega Watt (MW).

“Pendapatan yang diperoleh dari penjualan listrik tersebut rata-rata sebesar Rp 2,6 miliar per bulan,” katanya di Bandung, Kamis (7/4/2016).

Menurutnya listrik yang dihasilkan dari PLTM Cirompang kurang lebih sebesar 47,6 GWH per tahun dan akan memenuhi kebutuhan listrik masyarakat sekitar 8.000 kepala keluarga atau 2 kecamatan di sekitar lokasi PLTM.

“Kontrak Jual Beli Listrik (Power Purchase Agreement) antara Tirta Jabar dengan PLN yang telah ditandatangani ini berjangka waktu 15 tahun,” ujarnya.

Emryas memastikan durasi waktu tersebut cukup untuk mengembalikan investasi yang dikeluarkan oleh Tirta Jabar dalam membangun PLTM tersebut serta berkontribusi pada pendapatan asli daerah Provinsi Jawa Barat. Dia mencatat investasi yang telah dikeluarkan oleh Tirta Jabar kurang lebih sebesar Rp172 miliar.

Dia mengaku harga jual beli mini hidro ke PLN sebesar Rp656/kwh belum cukup pas dengan investasi yang sudah digelontorkan. Menurutnya karena harga sudah ditentukan oleh Kementerian ESDM, pihaknya hanya melihat bahwa infrastruktur yang sudah dibangun bisa bermanfaat dan terjual.

Buy back period-nya 6-7 tahun, kalau tarifnya naik bisa lebih cepat lagi bisa 4 tahun,” ujarnya.

http://bandung.bisnis.com/read/20160407/5/552937/tirta-jabar-investasi-di-pltm-cirompang-bisa-balik-modal-6-tahun

Pertamina dan Tirta Gemah Ripah Kaji Potensi Listrik Mini Hydro di Jabar

Jakarta – PT Pertamina dan PT Tirta Gemah Ripah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk melakukan kajian bersama potensi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Mini-Hydro (PLTM) di beberapa lokasi potensial di Jawa Barat (Jabar). Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Gas Pertamina, Hari Karyuliarto, dan Direktur Utama Tirta Gemah Ripah, Johan Romadhon, di Jakarta, pada 12 Juli lalu.

Hari mengatakan, Pertamina bersama Tirta Gemah akan melakukan langkah-langkah untuk mengembangkan hydro to power. Langkah-langkah itu meliputi studi dengan melakukan pemetaan dan kelayakan lokasi potensial dalam pemanfaatan aliran air sungai di Jabar.

“Dalam waktu dekat, studi akan dilakukan di beberapa lokasi di Cianjur dan Tasikmalaya, dengan potensi masing-masing sekitar 4-5 MW. Dalam jangka panjang, tidak menutup kemungkinan terhadap proyek-proyek yang existing dan terkendala di Jawa Barat, dilakukan studi kembali, agar pengembangan proyek hydro ini lebih efektif,” kata Hari di Jakarta, Minggu (14/7).

Hari menjelaskan, pelaksanaan proyek PLTM ini memakan waktu sedikitnya tiga tahun untuk menyelesaikan tahapan-tahapannya. Rencananya, PLTM hasil kerja sama antara Pertamina dan Tirta Gemah ini akan dialirkan kepada PLN sebagai standby buyer, sesuai dengan regulasi pemerintah terkait kebijakan pemanfaatan energi terbarukan.

Proyek PLTM, lanjut Hari, merupakan proyek yang potensial, lantaran harga jual listriknya sebesar Rp656 per kWh pada saat normal operasi. Jika dibandingkan dengan memanfaatkan bahan bakar diesel yang biaya produksinya mencapai Rp2.800 per kWh, pemanfaatan PLTM akan memberikan penghematan yang besar bagi sektor ketenagalistrikan.

“Ditambah lagi, PLTM adalah teknologi ramah lingkungan yang tidak memberikan polusi, serta memanfaatkan energi terbarukan yaitu air sungai,” ujarnya.

Disebutkan, Nota Kesepahaman ini merupakan bagian dari transformasi Pertamina yang telah mengubah visi menjadi perusahaan energi nasional kelas dunia. Sebagai implementasi perubahan visi tersebut, Pertamina melaksanakan diversifikasi bisnis khususnya untuk energi baru dan terbarukan, meliputi energi panas bumi yang sudah berjalan, serta pengembangan lebih lanjut CBM, shale gas, sampah kota, energi matahari, hydro dan angin.

“Pengembangan PLTM akan sejalan dengan rencana pemerintah, di mana ditargetkan porsi energi baru dan terbarukan sebesar 25,9 % pada tahun 2025,” tutur Hari.

Tirta Gemah Ripah sendiri adalah anak perusahaan dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Barat yang telah mengembangkan PLTM di beberapa lokasi di daerah itu. Di antaranya adalah PLTM berkapasitas 8 MW di Sungai Cirompang Garut, dengan status dalam tahap penyelesaian.

 

Rangga Prakoso